Loekman, S.Miss.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23
Waspada menurut kamus bahasa indonesia memiliki arti berhati-hati dan berjaga-jaga
ajaran sesat berkembang mengikuti perkembangan jaman. Pada umumnya jaman dibagi menjadi 3 golongan, yaitu : pre-modern, modern, dan post-modern.
Pra-modern : masa kehidupan manusia yang masih sederhana, ciri keyakinan yang bersifat polytheisme dan masih kental dengan tahayul ataupun mistik.
Modern : masa kehidupan manusia yang sudah berkembang, ditandai dengan munculnya industri, dan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Tokoh-tokoh yang terkenal pada jaman ini ; Isaac Newton, Charles Darwin. Perubahan pola pikir manusia yang lebih maju di banding masa pra-modern.
Post-modern : masa kehidupan manusia yang semakin maju, dan ditandai dengan munculnya tekhnologi canggih yang berbasis chip seperti komputer, laptop, handphone, internet dll. Kehidupan manusia cenderung mengandalkan kemampuan berpikir dan berpusat pada diri sendiri. Lahirnya post modern yaitu Juli 1972 di St. Louis.
Pengajaran sesat di era post-modern menyusup dan menyerang gereja melalui konsep-konsep berikut ;
1. Konsep perubahan, yang sering disebut dengan istilah ‘dekonstruksionisme’ dimana melalui faham tersebut manusia diajak untuk melihat dan memandang segala sesuatu dengan nilai logika.
Faham ini mempengaruhi manusia untuk beralih dari keyakinan yang berdasarkan ‘iman’ kepada keyakinan yang berdasar pada ‘logika’.
2. Timotius 4:3,4 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Akibatnya akan terjadi :
- Pemberontakan iman
- Ketidak puasan terhadap pengajaran firman Tuhan
- Tidak menyukai kemapanan gereja
- Meninggalkan iman
2. Konsep tidak adanya kebenaran yang mutlak atau sering disebut dengan istilah ‘relativisme’.
Melalui faham ini, manusia dilemahkan iman dan keyakinannya.
2 Petrus 2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Akibatnya akan terjadi ;
- Pola pikir dimana kebenaran tidak hanya ada di satu keyakinan saja.
- Iman menjadi lemah
- Kebingungan rohani
- Mencari jalan pintas
3. Konsep semua keyakinan sama baiknya, atau sering disebut ‘pluralisme’, yaitu suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama.
Melalui faham ini, manusia dipengaruhi supaya tidak memiliki pendirian iman.
Kolose 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
akibatnya terjadi :
- Sinkritisme (pencampuran dari beberapa keyakinan)
- Berganti-ganti keyakinan.
- Tidak adanya pendirian iman.
Bagaimana sikap kita?
Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.