Wednesday, December 31, 2014

Orang yang menantikan TUHAN mendapat kekuatan baru


Yesaya 40:31  tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

  1. Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN

Ada janji untuk mendapat restorasi atau pemulihan kekuatan bagi orang-orang yang tekun menanti-nantikan Tuhan.

Orang yang menanti-nantikan mengacu kepada beberapa hal, yaitu :

    • Percaya, Yohanes 14:12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

    • Mempercayai dengan bersungguh hati, Mazmur 37:5  Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

    • Terus berharap, Ibrani 6:19  Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

    • Mencari, Lukas 12:31  Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

  1. Mendapat kekuatan baru

    • Seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya

-          Burung rajawali mempunyai sayap yang lebar.
-          Bahkan yang terlebar yang pernah diukur adalah selebar 2,5 meter (8 feet).
-          Burung rajawali dikenal dengan ketahanannya pada saat ia terbang.
-          Walau diperlukan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya, tetapi begitu dia terbang, dia hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil.
-          Hasil penelitian menyatakan bahwa rajawali hanya memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk mengepakkan sayap dalam tiap jam waktu terbangnya.
-          Rajawali dapat terbang lama tanpa perlu mengepakkan sayapnya.
-          Rajawali dapat terbang dengan melayang-layang di udara (gliding) ataupun terbang naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal/panas yang naik pada daratan terbuka. Dengan begitu dia hanya memerlukan energi yang sangat kecil untuk dapat terbang lama.

Tidak hanya itu saja, rajawali dapat menempuh jarak rata- rata 75 hingga 125 mil. Jarak terjauh yang pernah ditempuh adalah 1100 mil. Itulah rahasia kekuatan dari burung rajawali yang naik terbang tinggi.
Dia tidak akan pernah menjadi lelah karena dia tidak perlu menggunakan banyak energi untuk dapat terbang dalam waktu lama dan menempuh jarak yang jauh.

Kedua sayap berbicara tentang firman dan Roh kudus, artinya orang percaya harus menggunakan kedua sayap itu untuk menghadapi badai kehidupan, dan kedua sayap itu adalah kekuatan untuk kita maju terus didalam Tuhan.

    • Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah

Keluaran 14:14  TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

Inilah yang membuat kita tetap kuat dan bersemangat, yaitu karena Tuhan adalah pembela umat-Nya.




Monday, December 15, 2014

Orang yang rendah hati diberkati Tuhan


Filipi 2:1-11 - 1  Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2  karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3  dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4  dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

  1. Mementingkan diri sendiri

Sifat Mementingkan Diri Sendiri atau yang disebut dengan sifat egois atau egosentris sebenarnya adalah sifat alamiah yang dimiliki semua orang untuk menomorsatukan kepentingan dirinya sendiri dan secara alamiah kita manusia memiliki sifat ini dan juga memiliki sifat berpendirian keras.

          Untung dan ruginya mementingkan diri sendiri
         
          Keuntungannya  - tidak ada
                  
          Ruginya ;
         
-          Apabila sifat egois ini kita biarkan, ia akan menjadi kekuatan yang mengendalikan dan menyusutkan intelektual kita, bahkan mampu membuat manusia Mengalami kegagalan intelektual.
-          Melemahkan kekuatan moral dan di kala itu akan terjadi kekecewaan dalam kehidupan kita.
-          Manusia mulai memisahkan diri dari Penciptanya dan sering manusia itu menjadi tidak berbahagia


Sifat mementingkan diri sendiri itu menyelewengkan prinsip, membingungkan pengertian dan mengaburkan pertimbangan.

Sebagai contoh, keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang besar, namun dengan cara berusaha menghalangi hak orang lain.

Bagaimana caranya untuk mengendalikan timbulnya sifat egois ? Berikut beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan untuk menahan sifat egois tersebut :

-          Kurangi membicarakan diri sendiri dan memuji diri sendiri

-          Waspadalah terhadap bersimpati kepada diri sendiri dan memanjakan diri kepada selera yang menyesatkan. Ingatlah bahwa hidup untuk diri sendiri itu sangat mempermalukan Tuhan.

-          Jangan cepat merasa puas dengan diri sendiri.

-          Hindari kuasa memerintah dan sifat ingin menguasai di dalam pikiran kita

-          Sering mengampuni orang lain dan menomorduakan kepentingan diri sendiri akan memupuk kebesaran hati dan perubahan hati. Rasa empati atau toleransi atas kepentingan orang lain harus selalu dipupuk agar kita tidak menjadi orang yang bersifat egois.

-          Jangan menonjolkan diri sendiri. 

  1. Kerendahan hati

Mat 11:29 "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."

Dalam bahasa Yunani kerendahan hati dituliskan dengan kata "praios" ( terjemahan b.Ingris : meek ) yang mana berarti juga lemah lembut.

Kata praios juga dipakai dalam salah satu tema kotbah Yesus di bukit ( beatitudes ) yaitu berbahagialah orang yang lemah lembut ( praios) , karena mereka akan memiliki bumi.

Para teolog yang ahli bahasa aram ( bahasa yang Yesus gunakan ) memperkirakan maksud Yesus dengan lemah lembut ( meek ) di sini adalah seseorang yang menyerah kepada Allah.

Kerendahan hati memang erat kaitannya dengan peyerahan dan ketergantungan total kepada Allah.

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus menuliskan tentang buah Roh yang salah satunya adalah kerendahan hati/kelemahlembutan ( praios, praiotes ). Jadi ternyata kerendahan hati juga merupakan salah satu bagian dari buah Roh. Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah memiliki buah Roh termasuk salah satunya buah kerendahan hati/kelemahlembutan.

  1. Teladan Yesus

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yesus merupakan tedadan utama kita dalam mempelajari hidup dalam kerendahan hati. Selama hidupNya di dunia ini, Yesus selalu berjalan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Bapa. Oleh karena itu pelayananNya membawa pengaruh yang begitu besar dan tidak dapat tertandingi oleh siapapun manusia yang pernah hidup di dunia. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa maka dunia ini sudah dikuasai oleh kesombongan dan keangkuhan hidup. Yesus datang dengan bersenjatakan kerendahan hati untuk mengalahkan dan menaklukkan kesombongan tersebut. Kesombongan hanya dapat dikalahkan oleh kerendahan hati.

Walaupun Yesus merupakan anak Raja dari segala Raja namun Ia memilih untuk lahir di kandang yang hina. Lalu Ia juga memilih untuk dilahirkan sebagai anak tukang kayu yang mana bukan pekerjaan terhormat. Selama 30 tahun, Ia juga bekerja sebagai tukang kayu walaupun sebenarnya Ia bisa saja melayani sejak remaja sebab kemampuan dan hikmatNya sudah memungkinkan untuk itu. Namun dengan sabar Yesus menunggu dalam kerendahan hati sampai waktunya (kairos) telah tiba bagi Dia untuk melayani sebagai anak Allah. Salah satu definisi dari kerendahan hati adalah kerelaan untuk mengalami hinaan dan tidak dikenal.

Pada masa-masa terakhir hidupNya di dunia ini, Yesus membasuh kaki murid-muridNya sebagai lambang kerelaanNya untuk melayani dan menjadi hamba bagi orang lain. Yesus mengatakan kepada para muridNya sebagaimana Aku membasuh kakimu maka kamu wajib saling membasuh kaki yang mana berarti harus saling melayani dan merendahkan diri. Selain berarti kerelaan untuk tidak dikenal, kerendahan hati juga berarti kerelaan untuk melayani dan menjadi hamba bagi orang lain. Kita wajib saling melayani satu dengan yang lain dalam kerelaan bila ingin hidup dalam kerendahan hati. Salah satu bentuk saling melayani tersebut adalah dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (I Ptr 5:6).

Syarat untuk mendapatkan promosi/peninggian dari Allah adalah hidup dalam kerendahan hati. Bila kita hidup dalam kerelaan untuk tidak dikenal dan melayani orang lain maka Tuhan akan meninggikan kita pada waktunya. Promosi yang sejati datang dari Tuhan bukan dari manusia. Bila Tuhan sendiri yang mempromosikan kita maka tidak ada satupun manusia yang dapat menghalangiNya.

Saturday, November 29, 2014

Keselamatan didalam Yesus



Kis 4:12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Apakah keselamatan itu?

Kata Yunani σωτηρία – SOTERIA, berarti tindakan atau hasil dari pembebasan atau pemeliharaan dari bahaya atau penyakit, mencakup keselamatan, kesehatan dan kemakmuran.

Dalam kaitannya dengan manusia berarti “menyelamatkan dari kematian” atau “mempertahankan hidup”.

Pengertian keselamatan dalam PL dapat dilihat dari kata-kata :

1.        Yasa : “Kemerdekaan dari larangan-larangan (278x) dan ikatan-ikatan, melepaskan, menyelamatkan dari kehancuran moral, dan memberikan kemenangan.
2.        Syaloom : dipakai 68x dengan pengertian damai dan sehat.
3.        Salem : Persembahan syukur bagi kebebasan sesuai perjuangan.

Jika kita simpulkan, keselamatan mengandung pengertian sbb. :

  • Keselamatan adalah pembebasan dari suatu bahaya atau penderitaan.
  • Menyelamatkan mengandung makna kemenangan, kesehatan, atau kelangsungan hidup.
  • Yesus menunjukkan pengertian dimana orang yang diselamatkan adalah orang yang akan memasuki kerajaan Allah (Matius 19:24-25).

Kita diselamatkan dari apa?

Kita diselamatkan dari “murka”; yaitu dari penghakiman Allah terhadap dosa (Roma 5:9;1 Tesalonika 5:9).

Dosa kita telah memisahkan kita dari Allah, akibat dari dosa adalah kematian (Roma 6:23).

Keselamatan dalam Alkitab menunjuk pada keadaan dimana kita dibebaskan dari segala akibat yang terjadi karena perbuatan dosa. Bahkan lebih jauh lagi, Yesus hadir untuk menghapus dosa kita. (2Pet. 1:5-9)

Siapa yang menyelamatkan?

Allah melalui Yesus Kristus yang dapat menyingkirkan dosa dan melepaskan kita dari hukuman dosa (2 Timotius 1:9; Titus 3:5).


Bagaimana Allah menyelamatkan?

  • Allah telah menyelamatkan kita melalui Kristus (Yohanes 3:17).
  • Melalui kematian Yesus di atas salib dan kebangkitanNya yang menghasilkan keselamatan kita (Roma 5:10; Efesus 1:7).
  • Kitab Suci jelas bahwa keselamatan adalah karena anugrah, hadiah yang kita tidak layak dapatkan dari Allah (Efesus 2:5, 8), dan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus (Kisah 4:12)

Bagaimana kita menerima keselamatan?

  • Konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama

Keselamatan dalam Perjanjian Lama ada berdasarkan pemenuhan Hukum Taurat. Selain itu, ada juga berdasarkan iman dan anugerah Allah.

Yos 1:8  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

  • Konsep keselamatan didalam Perjanjian Baru

Kita diselamatkan karena iman kepada Yesus Kristus, dan keselamatan merupakan anugerah Allah, bukan karena perbuatan kita.

Rm 3:28  Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Tit 3:5  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Jika kita simpulkan :

Kita tidak bisa diselamatkan melalui :

·         usaha kita sendiri,
·         ritual-ritual,
·         perbuatan baik,
·         upacara persembahan,
·         meditasi
·         cara-cara lainnya.

Kita diselamatkan melalui iman.

Keselamatan hanya bisa diterima karena telah diberikan secara cuma-cuma oleh kematian Yesus di kayu salib. Untuk menerima keselamatan pertama-tama seseorang harus mengakui keberadaannya yang berdosa terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan penerimaan karya penebusan Kristus, yang disebut sebagai "pertobatan". Istilah "pertobatan" memiliki makna lebih dari sekedar menyesali perbuatannya yang salah. Pertobatan harus disertai dengan perubahan mentalitas.

KONSEP PENEBUSAN

Yang dimaksud disini ialah: Penebusan dosa. Hal ini menunjukkan kepada kegiatan membeli di pasar, khususnya di pasar perbudakan.

Doktrin ini di bangun atas tiga istilah dalam PB. Istilah-istilah tersebut ialah :

  1. Agorazo, artinya: membeli, membayar, menyerahkan sesuatu sebagai harga pembyaran bagi sesuatu barang lainnya.

a.      Pemakaian biasa – Mat. 13:44, harta yang tersembunyi. Epesus. 1:18, ibrani 12:2.
b.      Pemakaian khusus – Berhubungan dengan keselamatan manusia, istilah ini berarti pemberian sesuatu harga yang setimpal dengan dosa kita agar bisa ditebus.

            wahyu 5:9 Tebusan itu dengan darah Yesus,dibeli bagi Allah.
            II Pet. 2:1 Pembayaran termasuk juga bagi guru-guru palsu yang belum diselamatkan bila mereka bertobat.
            I Kor. 6:19-20 Hasil yang diharapkan dari penebusan itu ialah agar kita mempermuliakan Allah dengan tubuh kita.

  1. Eksagorazo:

Akar katanya sama dengan istilah pertama, diberi awalan dengan kata eks, untuk lebih mempertegas dan memberi tekanan kepada arti di atas.

Tambahan kata depan berarti: dari atau keluar dari. Dengan demikian berarti: dibeli keluar dari pasar dosa dipindahkan. Gal.3:13 dan Gal.4:5 dipindahkan dari kutuk taurat.

Jadi arti kata ini dalam rangka penebusan Kristus adalah: Kematian Yesus bukan saja untuk membayar dosa manusia, tetapi juga sekaligus memindahkan kita dari pasar dosa, atau pasar yang bergelimpangan dosa, agar kita diberi jaminan penuh ( Yoh. 10 : 28) dan agar kita tak akan pernah dikembalikan lagi kedalam belenggu dan hukum dosa ( Gal 4 : 5 ).

  1. Lutroo:

Arti dasarnya ialah: membebaskan / melepaskan dari belenggu dosa dan disuruh pergi sebagai seorang bebas merdeka. Suatu perbuatan yang mantap.

    1. Pernyataan-pernyataan :

        Oleh Yesus – Mat. 20 : 28 ; Mark. 10 : 47.
        Oleh orang lain:

1)                 Luk. 1:68-69 tanduk dari keturunan Daud yang mendatangkan selamat itu. “Tanduk” seringkali digunakan sebagai kiasan bagi kuasa ( II Sam.22 : 3)
2)                 Ibr. 9:12 Penulisannya berbicara tentang pembebasan kekal, bukan seperti yang dipersembahkan Imam Besar lainnya.

    1. Sarana Penebusan: Kristus yang mati sebagai pengganti. I Tim. 2 : 6

    1. Dasarnya adalah Darah Kristus yang tak bercacat Kol. 1:14; I Pet. 1:18.
Pelajaran kehidupan
Yeremia 17:5-8

5  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Terkutuklah memiliki pengertian, orang yang hidup didalam kutuk dan dalam hidupnya selalu mengalami kepahitan yaitu hidup yang tidak menyenangkan.

dalam ayat 5, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia menunjuk kepada orang yang memiliki jiwa pemberontak, ingin menang sendiri, tak bisa dikendalikan, tidak mau diatur. Juga menunjuk kepada orang yang :

  1. sombong, angkuh, congkak – orang, yang demikian selalu berfokus pada diri sendiri.

Contoh:

Daniel 4: 28 Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;
29  sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel,
30  berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"
31  Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu;
32  engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!"
33  Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

  1. rendah diri, minder, selalu hidup dalam tekanan. – ini adalah contoh orang yang selalu minder, rendah diri, merasa tidak mampu kalau tidak ditolong orang lain, selalu ingin dikasihani orang lain :

yohanes 5: 1  Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
8  Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

Ada tiga macam orang yang mendapatkan ucapan ‘terkutuklah’

  • orang yang mengandalkan manusia,
  • orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan
  • orang yang hatinya menjauh dari pada TUHAN

orang yang hatinya menjauh dari Tuhan, menunjuk kepada orang-orang yang bukan hanya menjauh tetapi dengan sengaja ‘menghapuskan nama Tuhan’ dari dalam hidupnya…

selanjutnya ditunjukkan akan seperti apa kehidupan mereka :

  • Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, - ini adalah gambaran orang yang mengalami destitute  yaitu kondisi miskin, papa, melarat… menunjuk juga keadaan kerohaniannya yang miskin rohani dan mengalami kesepian sekalipun tinggal dikeramaian.

  • ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; mereka hanya melihat orang lain diberkati namun mereka tidak mengalaminya… tak akan melihat keadaan yang baik, masa depan suram, hidup dalam kesusahan.

  • ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. – menjadi gambaran yang melengkapi kesusahan manusia yang terkutuk, tandus, gersang dan akan mengalami kekeringan baik kerohanian, kejiwaan, dan ekonomi. 


7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Diberkatilah, memiliki maksud bahwa orang-orang yang mengandalkan Tuhan akan memiliki kehidupan yang menyenangkan, menguntungkan…

Orang yang dimaksud diartikan sebagai orang yang memiliki kemauan yang kuat, pendirian yang kuat dan tak tergoyahkan untuk mengandalkan Tuhan…

Mengandalkan tuhan, dalam pengertian orang yang menaruh kepercayaannya, atau menaruh hidupnya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, bagaikan orang yang mengamankan hidupnya atau menaruh hidupnya didalam Tuhan dan mengunci rapat-rapat, artinya sebuah penyerahan total kepada Tuhan. Dimana orang tersebut sangat mempercayai tuhan dalam segala hal di hidupnya.

Yang menaruh harapannya, adalah sebuah sikap hidup yang menjadikan Tuhan sebagai  tempat perlindungannya.

kondisi orang yang demikian sangat berbeda dengan kondisi orang sebelumnya, dimana orang yang mengandalkan Tuhan akan :

  • Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, - gambaran orang yang selalu hidup dalam berkat Tuhan.
  • yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan – dia dengan bebas meraih seluruh berkat illahi sesuai kebutuhannya.
  • yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, - bahkan sekalipun keadaan zaman berubah dan kesusahan terjadi disekelilingnya, dia tidak takut menghadapinya…
  • yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan – tidak ada kekuatiran menghadapi semua yang terjadi, karena dia tahu Tuhan memelihara dan memberkati hidupnya.
  • yang tidak berhenti menghasilkan buah. – yang luar biasa lagi, orang-orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang yang selalu bisa menjadi berkat bagi orang lain. Ada buah kebaikan dan buah-buah lainnya yang dihasilkan  dalam hidupnya yang menyenangkan hati Tuhan.



Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan



Ef 6:10  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

The Christian Life is A war

  1. Mengapa kita berperang

Alasan yang paling utama adalah karena kita harus mempertahankan iman kita.

Kita bukanlah pihak penyerang, akan tetapi kita adalah pihak yang diserang. Dan yang menyerang kita bukanlah sesama kita, akan tetapi firman Tuhan menyebutnya dengan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, roh-roh jahat di udara.

Tentunya ada sesuatu yang istimewa yang membuat mereka menyerang kita, apakah itu?

1.      Status istimewa kita – yoh. 1: 12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
2.      Posisi yang strategis1Ptr 2:9  Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
3.      Kondisi yang diberkati - Rm 8:17  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

  1. Apa yang kita perangi

Pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, roh-roh jahat di udara.

  1. Apa yang diperlukan dalam peperangan

Ef. 6:14-18 

·         Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

Orang percaya harus teguh memegang kebenaran dan keadilan

·         kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 

orang percaya harus menjadi saksi Kristus dan berani memberitakan Injil.

·         dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 

orang percaya harus menjaga dan memelihara imannya.

·         dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 

orang percaya harus hidup sesuai FA baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.

·         dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

orang percaya harus masuk dalam kehidupan doa.

  1. Bagaimana kita bisa menang

Kita bisa menang jika :

-          Tetap tinggal didalam Tuhan - Yoh 15:4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
-          Mengandalkan Tuhan - Zep 3:17  TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.
-          Taat dan setia kepada firman-Nya - 1Ptr 1:14  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

Tuesday, September 23, 2014


Rancangan Allah

Yesaya 55 : 8  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
           

  1. Jalan Tuhan bukanlah jalan kita dan rancangan-Nya bukanlah rancangan kita.

    • Manusia selalu mencari jalan terbaik dalam hidupnya
    • Manusia berusaha merencanakan jalan hidupnya sesuai keinginan hatinya

Tujuannya tidak lain adalah untuk meraih masa depan yang lebih baik

Namun kenyataannya, Seringkali kita hidup dan bertindak tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Manusia sering memaksakan kehendaknya tanpa mempertimbangkan firman Allah dan tanpa memperdulikan rencana Allah. Ketika mengalami kegagalan, barulah manusia bersungut-sungut dan mengatakan, Tuhan tidak baik, tidak mengasihinya, dll.

Manusia hanya melihat, keberhasilan dan kesuksesan hidup dinilai secara jasmani saja..

Padahal bagi Allah, keberhasilan dan kesuksesan hidup tidak hanya sebatas materi yang memuaskan keinginan kita, namun lebih jauh dari itu ada satu hal yang harus dicapai oleh manusia, yaitu menjadi sama seperti Dia.

Matius 16:26  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Roma 8:29  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

  1. Allah mengetahui rancangan-Nya bagi kita

Manusia dapat merancang dan memulai namun tidak mengetahui akhirnya. Allah mengetahui rancangan-Nya sejak awal sampai akhirnya. Allah senantiasa ingin memulihkan dan mengembalikan kita ke dalam rancangan-Nya.

Allah ingat janji-Nya kepada bangsa Israel. Ia ingat rancangan damai sejahtera yang disediakan-Nya bagi mereka [Yer 29:10-14].

Allah mempersiapkan kita untuk memerintah bersama-sama dengan Dia, Dia memberikan rancangan hari depan yang penuh harapan. Yesus mengungkapkan, Dia bukan hanya Tuhan tetapi juga Bapa yang mengasihi dan memberikan yang terbaik bagi kita [Luk 11:11]. Roh Kudus adalah karunia terbaik yang tinggal di dalam hidup kita

  1. Rancangan Allah adalah memberkati dan memberi damai sejahtera

Allah senantiasa merancangkan dami sejahtera dalam hidup kita. Meskipun kita berjalan dalam rancangan-Nya seringkali kesulitan datang. Itulah saatnya Allah membentuk hidup kita.

Yesaya 48:18  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

  1. Rancangan hari depan yang penuh harapan

Tidak memiliki pengharapan akan hari depan membuat hidup menjadi lesu.

Ada banyak sesama kita memiliki kesedihan karena mereka tidak memiliki masa depan yang baik, bahkan sering mengalami masa depan suram… mengapa?

Salah satu jawabannya adalah karena mereka tidak mengenal Allah didalam Tuhan Yesus Kristus… itu artinya janji Tuhan tentang hari depan yang penuh harapan tidak bisa mereka terima.

Bagi kita yang memiliki janji Tuhan, tentu akan ada sebuah pertanyaan jika janji Tuhan tidak sampai kepada kita… mengapa?

Bagaimana supaya janji Tuhan sampai kepada kita?

Tetaplah tinggal dalam rencana Allah, caranya hiduplah sesuai firman Allah lakukanlah firman Tuhan dengan baik dan benar.

Yohanes 15:4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
           
Dan rancangan Tuhan seperti berikut :

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:1

Monday, July 28, 2014

MENGANDALKAN TUHAN

Yeremia 17:5-8

5  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Terkutuklah memiliki pengertian, orang yang hidup didalam kutuk dan dalam hidupnya selalu mengalami kepahitan yaitu hidup yang tidak menyenangkan.

dalam ayat 5, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia menunjuk kepada orang yang memiliki jiwa pemberontak, ingin menang sendiri, tak bisa dikendalikan, tidak mau diatur. Juga menunjuk kepada orang yang :

  1. sombong, angkuh, congkak – orang, yang demikian selalu berfokus pada diri sendiri.

Contoh:

Daniel 4: 28 Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;
29  sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel,
30  berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"
31  Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu;
32  engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!"
33  Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

  1. rendah diri, minder, selalu hidup dalam tekanan. – ini adalah contoh orang yang selalu minder, rendah diri, merasa tidak mampu kalau tidak ditolong orang lain, selalu ingin dikasihani orang lain :

yohanes 5: 1  Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
8  Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

Ada tiga macam orang yang mendapatkan ucapan ‘terkutuklah’

  • orang yang mengandalkan manusia,
  • orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan
  • orang yang hatinya menjauh dari pada TUHAN

orang yang hatinya menjauh dari Tuhan, menunjuk kepada orang-orang yang bukan hanya menjauh tetapi dengan sengaja ‘menghapuskan nama Tuhan’ dari dalam hidupnya…

selanjutnya ditunjukkan akan seperti apa kehidupan mereka :

  • Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, - ini adalah gambaran orang yang mengalami destitute  yaitu kondisi miskin, papa, melarat… menunjuk juga keadaan kerohaniannya yang miskin rohani dan mengalami kesepian sekalipun tinggal dikeramaian.

  • ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; mereka hanya melihat orang lain diberkati namun mereka tidak mengalaminya… tak akan melihat keadaan yang baik, masa depan suram, hidup dalam kesusahan.

  • ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. – menjadi gambaran yang melengkapi kesusahan manusia yang terkutuk, tandus, gersang dan akan mengalami kekeringan baik kerohanian, kejiwaan, dan ekonomi. 


7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Diberkatilah, memiliki maksud bahwa orang-orang yang mengandalkan Tuhan akan memiliki kehidupan yang menyenangkan, menguntungkan…

Orang yang dimaksud diartikan sebagai orang yang memiliki kemauan yang kuat, pendirian yang kuat dan tak tergoyahkan untuk mengandalkan Tuhan…

Mengandalkan tuhan, dalam pengertian orang yang menaruh kepercayaannya, atau menaruh hidupnya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, bagaikan orang yang mengamankan hidupnya atau menaruh hidupnya didalam Tuhan dan mengunci rapat-rapat, artinya sebuah penyerahan total kepada Tuhan. Dimana orang tersebut sangat mempercayai tuhan dalam segala hal di hidupnya.

Yang menaruh harapannya, adalah sebuah sikap hidup yang menjadikan Tuhan sebagai  tempat perlindungannya.

kondisi orang yang demikian sangat berbeda dengan kondisi orang sebelumnya, dimana orang yang mengandalkan Tuhan akan :

  • Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, - gambaran orang yang selalu hidup dalam berkat Tuhan.
  • yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan – dia dengan bebas meraih seluruh berkat illahi sesuai kebutuhannya.
  • yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, - bahkan sekalipun keadaan zaman berubah dan kesusahan terjadi disekelilingnya, dia tidak takut menghadapinya…
  • yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan – tidak ada kekuatiran menghadapi semua yang terjadi, karena dia tahu Tuhan memelihara dan memberkati hidupnya.
  • yang tidak berhenti menghasilkan buah. – yang luar biasa lagi, orang-orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang yang selalu bisa menjadi berkat bagi orang lain. Ada buah kebaikan dan buah-buah lainnya yang dihasilkan  dalam hidupnya yang menyenangkan hati Tuhan.