Saturday, November 29, 2014

Pelajaran kehidupan
Yeremia 17:5-8

5  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Terkutuklah memiliki pengertian, orang yang hidup didalam kutuk dan dalam hidupnya selalu mengalami kepahitan yaitu hidup yang tidak menyenangkan.

dalam ayat 5, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia menunjuk kepada orang yang memiliki jiwa pemberontak, ingin menang sendiri, tak bisa dikendalikan, tidak mau diatur. Juga menunjuk kepada orang yang :

  1. sombong, angkuh, congkak – orang, yang demikian selalu berfokus pada diri sendiri.

Contoh:

Daniel 4: 28 Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;
29  sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel,
30  berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"
31  Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu;
32  engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!"
33  Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

  1. rendah diri, minder, selalu hidup dalam tekanan. – ini adalah contoh orang yang selalu minder, rendah diri, merasa tidak mampu kalau tidak ditolong orang lain, selalu ingin dikasihani orang lain :

yohanes 5: 1  Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
8  Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

Ada tiga macam orang yang mendapatkan ucapan ‘terkutuklah’

  • orang yang mengandalkan manusia,
  • orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan
  • orang yang hatinya menjauh dari pada TUHAN

orang yang hatinya menjauh dari Tuhan, menunjuk kepada orang-orang yang bukan hanya menjauh tetapi dengan sengaja ‘menghapuskan nama Tuhan’ dari dalam hidupnya…

selanjutnya ditunjukkan akan seperti apa kehidupan mereka :

  • Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, - ini adalah gambaran orang yang mengalami destitute  yaitu kondisi miskin, papa, melarat… menunjuk juga keadaan kerohaniannya yang miskin rohani dan mengalami kesepian sekalipun tinggal dikeramaian.

  • ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; mereka hanya melihat orang lain diberkati namun mereka tidak mengalaminya… tak akan melihat keadaan yang baik, masa depan suram, hidup dalam kesusahan.

  • ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. – menjadi gambaran yang melengkapi kesusahan manusia yang terkutuk, tandus, gersang dan akan mengalami kekeringan baik kerohanian, kejiwaan, dan ekonomi. 


7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Diberkatilah, memiliki maksud bahwa orang-orang yang mengandalkan Tuhan akan memiliki kehidupan yang menyenangkan, menguntungkan…

Orang yang dimaksud diartikan sebagai orang yang memiliki kemauan yang kuat, pendirian yang kuat dan tak tergoyahkan untuk mengandalkan Tuhan…

Mengandalkan tuhan, dalam pengertian orang yang menaruh kepercayaannya, atau menaruh hidupnya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, bagaikan orang yang mengamankan hidupnya atau menaruh hidupnya didalam Tuhan dan mengunci rapat-rapat, artinya sebuah penyerahan total kepada Tuhan. Dimana orang tersebut sangat mempercayai tuhan dalam segala hal di hidupnya.

Yang menaruh harapannya, adalah sebuah sikap hidup yang menjadikan Tuhan sebagai  tempat perlindungannya.

kondisi orang yang demikian sangat berbeda dengan kondisi orang sebelumnya, dimana orang yang mengandalkan Tuhan akan :

  • Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, - gambaran orang yang selalu hidup dalam berkat Tuhan.
  • yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan – dia dengan bebas meraih seluruh berkat illahi sesuai kebutuhannya.
  • yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, - bahkan sekalipun keadaan zaman berubah dan kesusahan terjadi disekelilingnya, dia tidak takut menghadapinya…
  • yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan – tidak ada kekuatiran menghadapi semua yang terjadi, karena dia tahu Tuhan memelihara dan memberkati hidupnya.
  • yang tidak berhenti menghasilkan buah. – yang luar biasa lagi, orang-orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang yang selalu bisa menjadi berkat bagi orang lain. Ada buah kebaikan dan buah-buah lainnya yang dihasilkan  dalam hidupnya yang menyenangkan hati Tuhan.



No comments:

Post a Comment