1 PETRUS 4:8 “Tetapi yang terutama: kasihilah
sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali
dosa”.
1)
“Tetapi
yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain”.
a.
yang
ditekankan di sini, adalah kasih di antara saudara-saudara seiman.
Kol 3:12-14 -
“(12) Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan
dikasihiNya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,
kelemahlembutan dan kesabaran. (13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain,
dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam
terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat
jugalah demikian. (14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat
yang mempersatukan dan menyempurnakan”.
b.
‘Tetapi
yang terutama’.
kasih adalah roh yang menghidupkan segala
sesuatu seperti pelayanan, persembahan, ibadah, doa, ketaatan, menjadi hal-hal
yang mati kalau tidak ada kasih.
1Kor 13:1-3
- “(1) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa
malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang
berkumandang dan canang yang gemerincing. (2) Sekalipun aku mempunyai karunia
untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh
pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan
gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
(3) Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan
menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,
sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”.
2)
Sebab kasih menutupi banyak sekali
dosa.
kalau kita mengasihi seseorang, maka
kita akan mengabaikan dan menutupi (tak menyebarkan) kesalahan dari orang
tersebut.
sifat dari kasih yang
sungguh-sungguh untuk menutupi banyak dosa. Itu cenderung untuk mengampuni dan
melupakan pelanggaran-pelanggaran terhadap diri mereka sendiri, untuk menutupi
dan menyembunyikan dosa-dosa dari orang-orang lain, dan bukannya memperburuk
mereka dan menyebar-luaskan kesalahan mereka.
·
1Kor
13:7 - “Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”.
·
Amsal
17:9 - “Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa
membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib”.
·
Amsal
10:12 - “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala
pelanggaran”.
3)
Belajar dari Tuhan Yesus
Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus
mengingatkan kepada kita bahwa saat itu Tuhan membuktikan kasih-Nya kepada
manusia…
-
kasih yang tulus – Yohanes 13: 12-15 - Sesudah Ia
membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia
berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat
kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru k dan
Tuhan, l dan katamu itu tepat, sebab
memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah
Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu, sebab Aku telah
memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti
yang telah Kuperbuat kepadamu.
-
kasih yang mengampuni - Luk 23:34 “Ya Bapa, ampunilah
mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
-
kasih yang memulihkan - Yoh 19:26-27 “Ibu, inilah,
anakmu!” dan “Inilah ibumu!”
-
kasih yang memberikan harapan baru - 2. Luk 23:43 “Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di
dalam Firdaus.”
Pertanyaan untuk kita
:
Bagaimana dengan kasih kita saat ini ?