Sunday, July 5, 2015

Kasih yang menutupi kesalahan


1 PETRUS 4:8 “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”.

1)                   “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain”.

a.       yang ditekankan di sini, adalah kasih di antara saudara-saudara seiman.

Kol 3:12-14 - “(12) Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”.

b.       ‘Tetapi yang terutama’.

kasih adalah roh yang menghidupkan segala sesuatu seperti pelayanan, persembahan, ibadah, doa, ketaatan, menjadi hal-hal yang mati kalau tidak ada kasih.

1Kor 13:1-3 - “(1) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. (2) Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. (3) Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”.

2)                   Sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

kalau kita mengasihi seseorang, maka kita akan mengabaikan dan menutupi (tak menyebarkan) kesalahan dari orang tersebut.

sifat dari kasih yang sungguh-sungguh untuk menutupi banyak dosa. Itu cenderung untuk mengampuni dan melupakan pelanggaran-pelanggaran terhadap diri mereka sendiri, untuk menutupi dan menyembunyikan dosa-dosa dari orang-orang lain, dan bukannya memperburuk mereka dan menyebar-luaskan kesalahan mereka.

·         1Kor 13:7 - “Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”.

·         Amsal 17:9 - “Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib”.

·         Amsal 10:12 - “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran”.

3)                   Belajar dari Tuhan Yesus

Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita bahwa saat itu Tuhan membuktikan kasih-Nya kepada manusia…

-          kasih yang tulus – Yohanes 13: 12-15 - Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru k  dan Tuhan, l  dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu, sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
-          kasih yang mengampuni - Luk 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
-          kasih yang memulihkan - Yoh 19:26-27 “Ibu, inilah, anakmu!” dan “Inilah ibumu!”
-          kasih yang memberikan harapan baru - 2. Luk 23:43 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Pertanyaan untuk kita :

Bagaimana dengan kasih kita saat ini ?

Saturday, June 6, 2015

Kasih Yesus memulihkan



Matius 12:20  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

  1. Buluh yang patah terkulai

-          buluh yang disebut tersebut adalah sejenis tanaman seperti bambu, tebu manis, yang dalam kehidupan sehari-hari dipergunakan untuk mengukur.

Dalam kitab Wahyu 11:1  Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

-          buluh juga dipergunakan untuk menunjukkan lambang pemerintahan, dan kewibawaan seorang raja.

Matius 27:29  Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
     
             Israel digambarkan sebagai umat Tuhan, seperti buluh yang sudah patah
     
Artinya, perjanjian dan hukum Allah sudah tidak sempurna didalam kehidupan mereka, ketika Allah ingin mengukur iman mereka maka sepertinya Tuhan berkata “aku tidak mendapati iman” (Lukas 18:8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?")

Berbicara tentang ukuran firman Tuhan memberikan pengertian kepada kita, bahwa masing-masing kita memiliki ukuran sesuai pandangan Tuhan..

Roma 12:3  Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

inilah keadaan dimasa sekarang bahwa orang percaya sedang ditampi, diukur, ditimbang, diuji, supaya diperoleh umat Tuhan yang dimurnikan.

Daniel 12:10  Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.
  1. Sumbu yang pudar nyalanya

-          kehabisan minyak artinya mulai kehilangan :

1.       Kasih

2 Tim.3: 1  Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3  tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4  suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5  Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

2.       Roh Kudus

Yesaya 63:10  Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.

Ciri orang yang kehilangan Roh kudus ;

Yudas 1:19  Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

3.       Iman

Galatia 2:20  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Ibrani 10:38  Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

-          Pupus dan tak memiliki pengharapan

Tuhan Yesus rindu memulihkan perjanjian dan hukum Allah ditengah gereja-Nya. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dia mau gereja mengalami kemenangan, dan menjadi berkat bagi dunia ini.