Sejak dunia dijadikan, Bapa surgawi merindukan sebuah ciptaan yang indah dan sempurna adanya. Selalu Dia katakan, “…baik adanya” artinya, apa yang Dia ciptakan adalah sesuatu yang istimewa.
Tiada keburukan ataupun cacat cela didalamnya, Dan betapa bahagianya hati Bapa tatkala melihat seluruh keindahan ciptaan-Nya.
Pohon, air, matahari, hewan, manusia, dan segala yang sudah dijadikan-Nya, begitu menawan dan begitu sempurna adanya.
Alkitab dengan jelas menyatakan keharmonisan yang terjalin antara Bapa dengan segala yang dijadikan-Nya… Hingga pada suatu waktu, si ular merusak keharmonisan hubungan antara Bapa dengan ciptaan-Nya. Sesuatu yang buruk telah terjadi…
Manusia melanggar apa yang sudah Bapa firmankan, dalam kejadian pasal 3 diceritakan perjalanan manusia yang jatuh dalam jerat dosa. Mereka memakan buah yang sudah dilarang Bapa untuk dimakan. Dan selanjutnya, sesuatu yang baik dan indah menjadi rusak karena pelanggaran tersebut.
Sungguh suatu peristiwa yang sangat menyakitkan hati, ketika manusia harus berpisah dengan sang Bapa Surgawi. Suatu kisah yang menyedihkan tatkala manusia harus meninggalkan taman surgawi yang Bapa sediakan.
No comments:
Post a Comment