Friday, August 24, 2012

PIKULAH KUK...


Belajar untuk mengerti hukum Kristus 
                       
Matius 11:28-30 LAI TB, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

1.       Apakah yang yang Yesus maksudkan ‘pikullah kuk yang Kupasang’ 

Matius disini menulis "KUK" maka maksudnya adalah "hukum". Maka kata "kuk" itu dengan mudah dimengerti para murid sebagai simbolisasi dari "hukum" yang harus dipikul.

Kata "kuk" (Yunani, ζυγος – zugos) dapat dirujuk di dalam Alkitab PB : 

-    Dalam 1 Timotius 6:1 kata "ζυγος – zugos" diterjemahkan dengan beban, Sedangkan
-          Dalam Kitab Wahyu 6:5 kata "ζυγος – zugos", diterjemahkan dengan timbangan (LAI), scales (KJV).


Kuk adalah kerangka kayu yang dipikulkan kepada binatang Lembu, bantang atau Kuda.
Kuk juga berarti pikulan : Kuk juga bermakna kias sebagai "hukum" yang harus dipikul.
Tuhan Yesus Kristus mencanangkan "hukumNya" (Hukum Kasih sebagai penggenap Taurat)
dikiaskan dalam ayat Matius 11:28-30 

2.       Apa yang dimaksud Tuhan Yesus, dengan memakai kata "kuk" dalam pengajaranNya itu?

KUK  adalah HUKUM YANG DIBEBANKAN

baca : Ratapan 3:27 - Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya
seorang anak Yahudi yang berumur 12 atau 13 tahun wajib menjalani upacara ini untuk menjadi ‘anak hukum’. Dalam upacara ini, secara simbolis anak itu melakukan 'aliyah (naik) dan Bemah (menghadap mimbar untuk menerima kuk hukum Taurat). Jadi inilah gambaran secara tradisional dari hukum yang dilukiskan sebagai pikulan kuk.

Pengertian/implikasi kata "kuk" (Ibrani, על - 'OL) akan dengan mudah dimengerti oleh orang yang mempunyai latar belakang Yudaisme, sebagaimana Injil Matius ini memang ditujukan untuk masyarakat Yahudi.

Yesus Kristus memberikan gambaran upacara itu kepada murid-muridNya, dan menyatakan bahwa kuk yang dipasangNya itu ringan. Tidak seperti Hukum Taurat yang telah mereka kenal.

3.       KUK yang membuat JINAK (ζυγος – zugos yang menghasilkan πραος - praos) :

Apa yang harus dilakukan oleh seorang Kepala Negara untuk mengatur negaranya yang sedang kacau? Ia harus membuat peraturan/ hukum. 

Apa yang membuat suatu negara itu menjadi stabil dan terkendali, jawabnya ketika HUKUM itu dilaksanakan dengan baik. Negara yang dipimpin dengan baik, juga didukung oleh Hukum yang baik. 

Demikian pula Allah mengatur kehidupan umatNya, Ia membuat hukum-hukum. Hukum Taurat dilaksanakan secara ketat dalam kehidupan bangsa Israel untuk mendidik Israel setia kepada YHVH, Allah Israel. Menjadi umat yang tertata, patuh dan beriman kepadaNya.

Kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk menggenapi Taurat, dan dengan kematianNya, Taurat itu telah selesai tergenapi dengan sempurna (lihat artikel Yesus Kristus dan ajaranNya menggenapi Taurat ; KematianNya membatalkan Taurat). Dengan tergenapinya Taurat ini, bukan berarti tidak-ada-lagi-hukum. Yesus Kristus mencanangkan Hukum yang Baru, yaitu HUKUM KASIH. Maka hukum Kasih ini menjadi kuk yang harus dipikul semua anak-anak Allah dalam kedidupannya di dunia ini. Sehingga Kasih menjadi cerminan kehidupan umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dalam Matius 11:29, Yesus telah menyatakan sifatnya yang lemah-lembut : "Karena Aku ini praos" ("jinak"), sayang sekali kata Yunani πραος - praos ini tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Kata Yunani πραος - praos ini, menunjuk pada kata sebelumnya yaitu kata "kuk", Yunani ζυγος – zugos.
Melalui pemahaman ini, kita mendapatkan korelasi antara kata "kuk" dan "lemah-lembut" (yang mungkin dalam Alkitab terjemahan tidak dapat kita mengerti maksudnya, namun dengan menelaah arti kata dalam bahasa asli Yunani, korelasi keduanya dapat kita mengerti). 

Yesus Kristus merupakan figur yang sungguh-sungguh πραος - praos, Ia tahu kapan harus lembut dalam mengajar, juga terhadap para pendosa yang mau bertobat, Ia tahu kapan Ia harus keras mengajar ketika menghadapi orang-orang munafik, dan Ia "jinak" (taat seturut hukum/ perintah dari Bapa) terhadap tugasNya yang diemban, Ia taat sampai akhir dalam masa inkarnasi-Nya di bumi untuk misi penyelamatan manusia agar manusia memperoleh kehidupan yang kekal.

4.       Penutup 

Yesus memasang Hukum Baru (kuk baru) yang harus dipikul. Yang menjadikan umatnya menjadi setia dan mau dikendalikan oleh Sang Tuan. Dalam Matius 11:29 Yesus kristus juga menyatakan sikapNya yang rendah hati "ταπεινος τη καρδια - tapeinos tê kardia" (bandingkan Yesaya 42:2-3; Yesaya 53:6-7) adalah juga memberi pernyataan kepada orang-orang yang letih-lesu & berbeban berat itu untuk datang kepadaNya dan mendapatkan kelegaan, sekaligus mengundang setiap orang untuk belajar kepadaNya (Matius 11:28 ) untuk mengikut teladan dan ajaran yang diberikanNya.

Meski Hukum-Nya itu "easy" (Matius 11:30), tetapi secara paradoks tuntutan-tuntutan "kuk" yang dipasangnyaNya itu mutlak!. Harus dipikul!
Inilah keajaiban undangan Tuhan Yesus itu.


                                                                                    (Lukman, S.Miss.)


1 comment:

  1. Kuk dalam bahasa Ibrani disebut Ol ( על, Ayin - Lamed ) dan dalam bahasa Yunani disebut zugos ( ζυγός, Zetta - upsilon - gamma - omikron - sigma ) 🕎✡️✝️

    ReplyDelete