Belajar
untuk mengerti hukum Kristus
Matius 11:28-30 LAI TB, Marilah kepada-Ku,
semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan
rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu
enak dan beban-Ku pun ringan."
1.
Apakah yang yang
Yesus maksudkan ‘pikullah kuk yang Kupasang’
Matius disini
menulis "KUK" maka maksudnya adalah "hukum". Maka kata
"kuk" itu dengan mudah dimengerti para murid sebagai simbolisasi dari
"hukum" yang harus dipikul.
Kata
"kuk" (Yunani, ζυγος – zugos) dapat dirujuk di dalam Alkitab PB :
- Dalam 1 Timotius 6:1 kata "ζυγος – zugos"
diterjemahkan dengan beban, Sedangkan
-
Dalam Kitab Wahyu 6:5 kata "ζυγος – zugos",
diterjemahkan dengan timbangan (LAI), scales (KJV).
Kuk adalah kerangka
kayu yang dipikulkan kepada binatang Lembu, bantang atau Kuda.
Kuk juga berarti
pikulan : Kuk juga bermakna kias sebagai "hukum" yang harus dipikul.
Tuhan Yesus Kristus
mencanangkan "hukumNya" (Hukum Kasih sebagai penggenap Taurat)
dikiaskan dalam
ayat Matius 11:28-30
2.
Apa yang dimaksud
Tuhan Yesus, dengan memakai kata "kuk" dalam pengajaranNya itu?
KUK adalah HUKUM YANG DIBEBANKAN
baca : Ratapan 3:27
- Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya
seorang anak Yahudi
yang berumur 12 atau 13 tahun wajib menjalani upacara ini untuk menjadi ‘anak
hukum’. Dalam upacara ini, secara simbolis anak itu melakukan 'aliyah (naik)
dan Bemah (menghadap mimbar untuk menerima kuk hukum Taurat). Jadi inilah
gambaran secara tradisional dari hukum yang dilukiskan sebagai pikulan kuk.
Pengertian/implikasi
kata "kuk" (Ibrani, על - 'OL) akan dengan mudah dimengerti oleh orang
yang mempunyai latar belakang Yudaisme, sebagaimana Injil Matius ini memang
ditujukan untuk masyarakat Yahudi.
Yesus Kristus
memberikan gambaran upacara itu kepada murid-muridNya, dan menyatakan bahwa kuk
yang dipasangNya itu ringan. Tidak seperti Hukum Taurat yang telah mereka kenal.
3.
KUK yang membuat
JINAK (ζυγος – zugos yang menghasilkan πραος - praos) :
Apa yang harus
dilakukan oleh seorang Kepala Negara untuk mengatur negaranya yang sedang
kacau? Ia harus membuat peraturan/ hukum.
Apa yang membuat
suatu negara itu menjadi stabil dan terkendali, jawabnya ketika HUKUM itu
dilaksanakan dengan baik. Negara yang dipimpin dengan baik, juga didukung oleh
Hukum yang baik.
Demikian pula Allah
mengatur kehidupan umatNya, Ia membuat hukum-hukum. Hukum Taurat dilaksanakan
secara ketat dalam kehidupan bangsa Israel
untuk mendidik Israel setia
kepada YHVH, Allah Israel.
Menjadi umat yang tertata, patuh dan beriman kepadaNya.
Kedatangan Yesus
Kristus ke dunia untuk menggenapi Taurat, dan dengan kematianNya, Taurat itu
telah selesai tergenapi dengan sempurna (lihat artikel Yesus Kristus dan
ajaranNya menggenapi Taurat ; KematianNya membatalkan Taurat). Dengan
tergenapinya Taurat ini, bukan berarti tidak-ada-lagi-hukum. Yesus Kristus
mencanangkan Hukum yang Baru, yaitu HUKUM KASIH. Maka hukum Kasih ini menjadi
kuk yang harus dipikul semua anak-anak Allah dalam kedidupannya di dunia ini.
Sehingga Kasih menjadi cerminan kehidupan umat yang percaya kepada Tuhan Yesus
Kristus.
Dalam Matius 11:29,
Yesus telah menyatakan sifatnya yang lemah-lembut : "Karena Aku ini
praos" ("jinak"), sayang sekali kata Yunani πραος - praos ini
tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Kata Yunani πραος -
praos ini, menunjuk pada kata sebelumnya yaitu kata "kuk", Yunani
ζυγος – zugos.
Melalui pemahaman
ini, kita mendapatkan korelasi antara kata "kuk" dan
"lemah-lembut" (yang mungkin dalam Alkitab terjemahan tidak dapat
kita mengerti maksudnya, namun dengan menelaah arti kata dalam bahasa asli
Yunani, korelasi keduanya dapat kita mengerti).
Yesus Kristus
merupakan figur yang sungguh-sungguh πραος - praos, Ia tahu kapan harus lembut
dalam mengajar, juga terhadap para pendosa yang mau bertobat, Ia tahu kapan Ia
harus keras mengajar ketika menghadapi orang-orang munafik, dan Ia
"jinak" (taat seturut hukum/ perintah dari Bapa) terhadap tugasNya
yang diemban, Ia taat sampai akhir dalam masa inkarnasi-Nya di bumi untuk misi
penyelamatan manusia agar manusia memperoleh kehidupan yang kekal.
4.
Penutup
Yesus memasang
Hukum Baru (kuk baru) yang harus dipikul. Yang menjadikan umatnya menjadi setia
dan mau dikendalikan oleh Sang Tuan. Dalam Matius 11:29 Yesus kristus juga
menyatakan sikapNya yang rendah hati "ταπεινος τη καρδια - tapeinos tê
kardia" (bandingkan Yesaya 42:2-3; Yesaya 53:6-7) adalah juga memberi
pernyataan kepada orang-orang yang letih-lesu & berbeban berat itu untuk
datang kepadaNya dan mendapatkan kelegaan, sekaligus mengundang setiap orang
untuk belajar kepadaNya (Matius 11:28 ) untuk mengikut teladan dan ajaran yang
diberikanNya.
Meski Hukum-Nya itu
"easy" (Matius 11:30), tetapi secara paradoks tuntutan-tuntutan "kuk"
yang dipasangnyaNya itu mutlak!. Harus dipikul!
Inilah keajaiban
undangan Tuhan Yesus itu.
(Lukman, S.Miss.)
Kuk dalam bahasa Ibrani disebut Ol ( על, Ayin - Lamed ) dan dalam bahasa Yunani disebut zugos ( ζυγός, Zetta - upsilon - gamma - omikron - sigma ) 🕎✡️✝️
ReplyDelete